Friday, July 10, 2020

What's Changed in the Span of 4 Years?

Assalamualaikum! 
Pada post pertama ini, aku akan menceritakan pembaruan dalam hidup yang terjadi sejak terakhir kali di blog lama.

In 30 days, I will be leaving my first half of 20s and welcoming the last half of my young adult part. It is more scary unlike back then when I was greedy to quickly reach the big 2. So I am going to count my blessing and make life more endurable.

Pertama, hal yang tidak pernah menjadi ekspektasiku sebelumnya, aku menjadi orang Jakarta (Barat pula!). Sudah hampir 2 tahun aku bekerja di Jakarta, meski tidak selalu tinggal di Jakbar. Mulai dari bareng Ezzy di apartemen, jagain rumah teh Diina di Serpong, hingga akhirnya aku berdamai dengan diri sendiri dan memutuskan ngekos di dekat kantor demi kewarasan. Juga karena ada Citra di kosan tersebut (dan nantinya kenalan dengan Windha, temannya Citra)

Selain menjadi pekerja kantoran kapitalis 8-5, aku juga mengajar private 2 anak smp. Jujur, mereka menjadi penyemangat hidup di kala mumet kerja kantor yang begitulah. Kemungkinan besar akan ada satu post sendiri didedikasikan untuk membahas kehidupan berkantor di Jakarta ini. Memang pada dasarnya, aku suka anak kecil, meski anak smp sebetulnya sudah tidak terlalu kecil sih, tapi mereka berdua masih polos dan lucu banget.

Disamping itu juga, beberapa minggu terakhir, aku memaksimalkan kemampuan merajutku dengan membuat ear saver/cantelan telinga berkat ide dari Windha. Disamping profit yang lumayan (which I think I deserve it since I've worked hard making them myself!), yang paling tak terkira rasa senangnya adalah ketika barang tersebut digunakan dan bermanfaat. Rasanya happy banget, hampir sama happy nya dengan ketika murid yang aku les private hasil ulangannya bagus dan ga remedial.

Alhamdulillah, aku diberkati teman teman yang menyenangkan dan suportif, yang tidak baper kalau misalnya aku suka lupa balas chat atau hanya chat ketika ada perlunya. Di sisi lain, kalau teman teman butuh bantuan aku, bisa chat aja insya Allah sebisa mungkin akan aku bantu dengan senang hati. Misalnya minggu lalu ada 3 orang teman yang chat menanyakan hal yang menjadi spesialisasi aku, tentang keprofesian, tentang daily life dan pengalaman hidup yang sudah aku lalui terlebih dahulu dari dia. It feels good to be needed, even for a small matter.

On another note, aku sudah berdamai dan merelakan yang dari awal memang bukan dan tidak mungkin. Not because He is out of my league, it's as simple as we have different view on everything. He is a product of capitalism while I love giving (It's weird calling him product of capitalism when he is the one keep giving me something, but idk what else the fitting term for his way of thinking) As of this is posted, the only thing we both agreed on is that Juyeon from The Boyz, eventhough weird, is good looking and a real catch. And Mobile Legend sucks but we are still playing anyway.

Terakhir, semoga aku kembali rajin menulis dan blog ini tidak mengumpulkan debu. I had fun reading my past stories on my old blog, and I wish 5 years from now I could have the same good laugh reminiscing the past. Human is a fool and writing is the weapon, ceunah.

No comments:

Post a Comment

story time

Random banget sih ini, dari baca tweet Atika tentang housing, malah jadi keingetan sebuah cerita yang sebenernya gak nyambung sama housing. ...